SUBULUSSALAM — Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Jannatul Firdaus menggelar Studium General dengan mengangkat tema “Menyongsong Era Digital: Transformasi Pendidikan, Penguatan Karakter, dan Masa Depan Hukum Islam”, Sabtu, 19 September 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Jannatul Firdaus, Jalan Firdaus No. 10B, Desa Subulussalam Timur, Kecamatan Simpang Kiri, Kompleks Pesantren Jannatul Firdaus, tersebut menjadi bagian penting dalam rangkaian kegiatan akademik sekaligus penutupan pengenalan kampus bagi mahasiswa baru.
Studium General menghadirkan sejumlah pemateri dengan bidang kajian yang saling berkaitan dengan tantangan pendidikan dan kehidupan masyarakat di era digital.
Salah satu materi yang menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut disampaikan oleh Mhd. Syukri Adly, S.H.I., MA. dengan tema “Menakar Masa Depan Hukum Islam di Era Digital.”
Melalui kajian tersebut, mahasiswa diajak melihat bagaimana perkembangan teknologi digital menghadirkan perubahan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam persoalan hukum Islam. Era digital tidak hanya membawa kemudahan dalam memperoleh dan menyebarkan informasi keislaman, tetapi juga menghadirkan tantangan baru yang membutuhkan kemampuan memahami hukum secara kontekstual, kritis, dan tetap berlandaskan prinsip-prinsip syariat.
Pembahasan mengenai masa depan hukum Islam menjadi semakin relevan karena perkembangan teknologi telah melahirkan berbagai persoalan baru yang sebelumnya belum ditemukan dalam bentuk yang sama. Karena itu, mahasiswa dituntut tidak hanya memahami teks dan teori hukum Islam, tetapi juga memiliki kemampuan membaca perubahan sosial, perkembangan teknologi, serta kebutuhan masyarakat secara komprehensif.
Selain kajian hukum Islam, Studium General juga mengangkat isu transformasi pendidikan dan pembentukan karakter. Perkembangan teknologi memberikan peluang besar bagi dunia pendidikan untuk menciptakan proses pembelajaran yang lebih inovatif, terbuka, dan adaptif. Namun, kemajuan teknologi tetap membutuhkan keseimbangan dengan pendidikan karakter agar kemampuan digital tidak terlepas dari nilai etika, tanggung jawab, dan integritas.
Ketua STAI: Mahasiswa Harus Siap Menghadapi Perubahan Zaman
Dalam sambutannya, Ketua STAI Jannatul Firdaus, Dr. Agus Suryadi, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Studium General sebagai bagian dari penutupan rangkaian pengenalan kampus bagi mahasiswa baru.
Ia mendorong seluruh mahasiswa, baik mahasiswa baru maupun mahasiswa lama, menjadikan kegiatan tersebut sebagai momentum untuk memperluas wawasan, membangun semangat akademik, serta mempersiapkan diri menghadapi perubahan zaman.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mempersiapkan generasi yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus tetap memiliki karakter, integritas, dan landasan keilmuan yang kuat.
Perkembangan digital, lanjutnya, harus dipandang sebagai peluang untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pengembangan keilmuan. Namun, pemanfaatan teknologi juga perlu disertai tanggung jawab agar mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu memanfaatkannya untuk kegiatan yang produktif dan bernilai akademik.
Membangun Generasi yang Adaptif dan Berkarakter
Tema Studium General tersebut memperlihatkan adanya keterkaitan erat antara teknologi, pendidikan, karakter, dan hukum Islam. Transformasi digital membutuhkan sumber daya manusia yang mampu mengikuti perubahan, tetapi tetap memiliki pijakan moral dan keilmuan.
Bagi mahasiswa STAI Jannatul Firdaus, pembahasan tersebut menjadi bekal untuk memahami bahwa dunia akademik tidak berhenti pada ruang kelas. Mahasiswa juga dituntut mampu membaca perkembangan masyarakat dan merespons berbagai persoalan baru melalui pendekatan keilmuan yang relevan.
Melalui kegiatan ini, STAI Jannatul Firdaus menegaskan pentingnya membangun budaya akademik yang responsif terhadap perkembangan teknologi sekaligus tetap berorientasi pada pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai keislaman.
Studium General diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang dialog dan refleksi bagi mahasiswa untuk mempersiapkan diri menghadapi masa depan pendidikan, perkembangan teknologi, serta dinamika penerapan hukum Islam di tengah masyarakat digital.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!